Kamis, 23 Januari 2014

Pakaian Adat Jawa yang Terkenal

Jawa merupakan salah satu propinsi dengan Pakaian Adat Jawa yang terkenal dan juga dengan kapasitas orang terbanyak dibandingkan dengan pulau lain seperti Kalimantan atau Sulawesi. Pakaian Tradisional dari tanah jawa juga sempat menarik perhatian para wisatawan dikarenakan desain nya yang unik dan sederhana sehingga membuat para wisatawan asing menyukai desain pakaian Tradisional jawa ini. Yang paling terkenal dari desain pakaian adat jawa ini yaitu batik.

Pakaian Adat Jawa yang Disukai Oleh Wisatawan Asing

pakaian adat jawa tengah
Para wisatawan asing sangat menyukai desain batik ini karena desain batik ini memiliki daya jual sendiri yang bersifat internasional sehingga kain batik ini sendiri sudah banyak di ekspor ke luar negeri sebagai desain baju. Pakaian Tradisional Jawa Batik ini pada jaman dahulu kala untuk proses pengerjaannya sendiri memakan waktu lama hingga berhari hari dan proses pengerjaanya harus teliti dengan desain yang sesuai, tidak boleh ada tinta yang keluar dari desain dan orang yang mengerjakan harus teliti dan sabar untuk mengerjakan satu desain kain batik dengan kualitas tinggi dan harga jual yang baik.
Pakaian Tradisional Jawa Dalam Upacara Keraton
Namun kini, proses pengerjaan Pakaian Jawa batik tidaklah sesulit pada jaman dahulu kala dengan menggunakan metode seperti itu. Sekarang kita dapat membuat batik dengan mesin modern yang canggih dengan proses dalam beberapa waktu saja sudah dapat menghasilkan satu kain motif batik namun dengan kualitas yang kurang baik bila dibandingkan dengan pengerjaan batik dengan cara tradisional. Untuk penggunaan pakaian dari jawa ini sendiri biasanya dapat digunakan pada saat upacara keraton untuk orang – orang dengan keturunan bangsawan atau raja.
Pada saat upacara keraton mereka menggunakan Pakaian Tradisional Jawa baju beskap dengan motif bunga dengan menggunakan topi blankon, kain samping, dan alas kaki cemila lengkap dengan keris. Pakaian adat ini digunakan untuk laki – laki pada saat upacara keratin yang dinamakan jawi jangkep. Sedangkan Pakaian Adat Jawa Wanita biasanya menggunakan kebaya dengan menggunakan peniti renteng yang kemudian dipadukan dengan kain sinjang atau jarik dengan corak batik, dan rambut nya di sanggul dilengkapi dengan perhiasan seperti anting, cincin, dan kalung dengan bahan emas asli maupun perak.
Itu merupakan Pakaian Jawa Khusus bila digunakan dalam upacara khusus, bagaimana dengan pakaian Tradisional jawa untuk acara biasa? Untuk kalangan biasa mereka hanya menggunakan baju batik dengan celana kain berwarna hitam, dengan ikat pinggang besaem ikat kepala dan sarung. Itu merupakan pakaian yang umum digunakan untuk rakyat biasa yang tidak tergolong dalam bangsawan, melainkan hanya rakyat biasa yang menggunakan pakaian tersebut dan dapat digunakan untuk sehari – hari menggunakan Pakaian tradisional Jawa.
SUMBER http://alatmusiktradisional.com/pakaian-adat-jawa-yang-terkenal.html

Rabu, 22 Januari 2014

Pakaian Adat Aceh yang Unik

Nangroe Aceh Darussalam memiliki Pakaian Adat Aceh yang terkenal dan merupakan daerah istimewa yang terletak di pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia yang berada dijepit oleh selat malaka dan samudra hindia. Aceh merupakan tempat yang strategis untuk pusat pengembangan daerah dalam factor ekonomi, politik maupun budaya. Aceh adalah Negara yang berkembang pesat dalam factor tersebut dan termasuk salah satu daerah yang penting di Indonesia. Salah satu budaya yang perlu dilestarikan di aceh yaitu Pakaian Adat Aceh Tradisional karena dengan melestarikan budaya dari Aceh, turut melestarikan budaya Indonesia.

Pakaian Adat Aceh Secara Umum Terbagi Dalam 4 Kategori

PAKAIAN ADAT ACEH
Pakaian Adat Aceh secara umum terbagi menjadi 4 kategori, diantaranya yaitu ulee balang yang dapat digunakan untuk para raja beserta warisan dan keturunannya dan juga untuk para pemuka agama. Untuk Pakaian Adat Tradisional Aceh kategori ulee baling merupakan kategori tertinggi dalam kepemimpinan aceh yang dapat menggunakan busana tersebut, di Aceh busana tersebut hanya dapat digunakan oleh orang – orang dengan golongan atas.
Mengetahui Lebih Detil Tentang 4 Kategori Tersebut
Lalu ada kategori warga dalam Pakaian Adat Aceh yang menggunakan busana patut – patut, pada kategori ini busana yang digunakan untuk orang – orang yang tergolong dalam kategori pejabat Negara maupun orang yang berada dalam pemerintahan. Orang yang secara umum berada dalam posisi pemerintahan yang kemudian dapat memimpin rakyat, menggunakan busana patut – patut yang merupakan golongan manusia tingkat menengah di Aceh.
Dan yang terkahir dalam Pakaian Adat Aceh adalah kategori rakyat jelata, orang yang masuk kategori rakyat jelata merupakan orang – orang biasa yang tidak memiliki kedudukan yang secara umum merupakan golongan paling kecil dan tidak terlalu diperhitungkan. Orang yang berada pada kategori rakyat jelata, merupakan orang yang tidak berpendidikan, dan merupakan masyarakat yang kurang mampu dan dapat disebut sebagai penduduk biasa yang tidak memiliki kuasa terhadap Aceh.
Untuk Pakaian Adat Tradisional Aceh Ulee Baling sendiri merupakan pakaian tradisional Aceh yang megah dengan berbagai macam aksesoris dari emas asli, Ulee Balang adalah salah satu pakaian adat dari Aceh yang sangat terkenal dan dikagumi oleh banyak orang. Desain yang ada dlam Ulee Balang ini termasuk unik dikarenakan dengan tampilan yang memukau mata dan juga dengan corak yang indah dan penuh dengan emas di sekitar baju dan juga sebagai alas kepala dengan penuh balutan emas murni. Semua keluarga yang termasuk golongan bangsawan dapat menggunakan pakaian tradisional ini, bahkan untuk para anak kecil juga dapat menggunakan Ulee Baling ini namun dengan corak yang lebih sederhana dalam Pakaian Adat Tradisional  Aceh.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/pakaian-adat-aceh-yang-unik.html

Selasa, 21 Januari 2014

Pakaian Adat Bali dan Filsafat di Balik Keanggunannya

Jika kita berkunjung ke Bali, kita seringkali melihat pakaian adat Bali dikenakan oleh warga asli yang sedang melakukan upacara adat, atau penari-penari Bali yang sedang menampilkan tarian tertentu. Pakaian adat ini mempunyai prinsip pemakaian yang berbeda antara lelaki dan perempuan, yang akan dibahas pada bagian selanjutnya dari artikel pakaian adat Bali dan penjelasannya. Penggunaannya pun juga berbeda-beda, tergantung situasi dan kesempatannya. Pakaian adat orang Bali merupakan salah satu dari banyaknya pakaian adat budaya Indonesia yang telihat anggun dan mewah dengan kombinasi warna yang memukau.

Jenis dan Penggunaan Pakaian Adat Bali

PAKAIAN ADAT BALI TRADISIONAL INDONESIA
Ada beberapa jenis pakaian adat dari provinsi Bali tergantung pada penggunaan dan situasi yang mengharuskan pemakaian jenis pakaian adat tertentu. Terdapat 3 jenis pakaian adat dari Bali yang ada: pakaian adat untuk acara keagamaan, untuk acara pernikahan, dan untuk acara sehari-hari. Pembeda antara pakaian adat Bali yang satu dengan yang lain, selain penggunaannya yang tergantung situasi dan kondisi, juga tergantung jenis kelamin si pemakai. Pakaian adat perempuan berbeda dengan pakaian adat laki-laki.
Dilihat dari harga satu set pakaian adat ini pun berbeda-beda juga, tergantung pada daya beli pemakai baju adat tersebut. Patokan harga songket Bali berkisar antara 500 ribu hingga jutaan, tergantung material bahan dari kain songket tersebut. Untuk songket yang berharga jutaan, kainnya terbuat dari benang emas yang pastinya akan terlihat indah jika dipakai. Jenis kain songket yang umumnya dipakai oleh kebanyakan masyarakat Bali adalah yang biasa dibeli di pasar atau toko-toko kain tradisional. Turis atau wisatawan yang ingin berbelanja atau mencoba memakai pakaian adat bisa bertanya tentang pakaian adat Bali dan keterangannya.
Selain terlihat indah dan anggun, pakaian adat Bali juga mempunya filsafat di balik penggunaan dan kelengkapannya, seperti baju-baju adat suku lain di Indonesia. Masyarakat Bali menggunakan pakaian adat yang lengkap jika menghadiri upacara adat keagamaan dan acara-acara adat yang diselenggarakan besar-besaran. Untuk pakaian adat tidak lengkap (biasa juga disebut madya), dikenakan pada acara sembahyang harian dan pada saat menghadiri acara-acara sosial dengan nuansa kegembiraan misalnya acara hajatan keluarga semacam penyambutan kelahiran seorang anak, pernikahan, atau syukuran.
Filsafat Pada Pakaian Adat Bali
Filsafat baju adat Bali bersumber akan kepercayaan pada Sang Hyng Widi atau Tuhan Yang Maha Esa. Beberapa cara penggunaan pakaian adatnya mempunyai makna tertentu, misalnya peletakan selendang: jika diselempangkan di bahu kanan wanita artinya si pemakai mengharapkan kebahagiaan dan kesejateraan, sedangkan di bahu kiri berarti keinginan untuk menolak kesusahan atau untuk tolak bala. Beberapa kasta juga menambahkan ornamen pada pakaian adatyang mereka kenakan, sesuai dengan kasta mereka.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/pakaian-adat-bali-dan-filsafat-di-balik-keanggunannya.html

Senin, 20 Januari 2014

Pakaian Adat Jawa Tengah dan Kelengkapannya

Jika sering kali melihat drama kolosal di TV yang ber-setting di jawa Tengah, pasti terbiasa juga melihat pakaian adat Jawa Tengah beserta kelengkapannya. Kebanyakan yang terlihat di stasiun TV adalah jenis pakaian adat suku jawa Tengah yang terlihat sederhana dan bersahaja. Yang wanita ada yang menggunakan baju atasan kebaya dipadu dengan rok jarik atau lilitan kain jarik batik, dililit menggunakan stagen atau kain berwarna cerah. Ada juga yang menggunakan kemben jarik yang dipakai hingga menutupi ketiak dan dililit oleh stagen berwarna warni. Fungsi stagen adalah sebagai pengikat atau pengencang yang dililitkan di perut agar kain kemben yang menutupi tubuh tidak mudah lepas.

Pakaian Adat Jawa Tengah Wanita

pakaian adat jawa tengah
Untuk acara-acara resmi, wanita Jawa menggunakan pakaian adat Jawa Tengah yang menggunakan peniti renteng, dipadukan dengan kain batik sebagai bawahannya. Rambut wanita Jawa yang panjang digelung atau dikonde, dan dilengkapi dengan tusuk rambut yang sesuai macamnya dengan perhiasan lain yang dia kenakan, seperti kalung, gelang, cincin, tak lupa juga kipas sebagai pelengkap aksesoris yang mereka pakai.
Pada pakaian adat Jawa Tengah bagi wanita, baju kebaya dipakai dengan kain jarik yang diwiru atau dilipat kecil-kecil dan dililitkan ke kiri dan ke kanan. Jarik lalu ditutup dengan menggunakan stagen atau kain yang dililit di perut agar jarik tidak mudah lepas. Untuk menutup stagen, wanita Jawa Tengah memakai selendang berwarna pelangi dari kain tenun berwarna semarak/cerah. Pakaian mereka biasanya dilengkapi dengan aksesoris seperti cincin, gelang, kalung, subang (anting) dan tusuk konde yang berwarna dan bertema senada.
Pakaian Pria
Bagi priyayi keraton, baju beskap bermotif bunga merupakan pakaian adat Jawa Tengah yang harus mereka pakai dalam kesehariannya. Di kepala, mereka memakai blangkon atau biasa disebut destar, dan bawahan yang kurang lebih bermodel sama seperti pakaian adat bagi wanita: kain jarik yang pemakaiannya dilapisi stagen agar tidak mudah terlepas. Mereka juga menggunakan alas kaki yang disebut cemila dana membawa keris yang disematkan pada stagen mereka di bagian punggung atau belakang di stagen. Pakaian pria Jawa yang seperti ini disebut sebagai pakaian Jawi Jangkep, atau pakaian adat Jawa lengkap dengan kerisnya.
Sedangkan di kalangan rakyat selain para priyayi, para lelaki menggunakan celana pendek selutut atau celana kolor yang berwarna hitam dengan baju atasan lengan panjang. Di samping itu mereka juga mengenakan ikat pinggang yang berukuran besar, ikat di kepala, dan kain sarung. Untuk mengetahui lebih banyak keterangan tentang pakaian adat, anda bisa mencari gambar pakaian adat Jawa Tengah dan pakaian adat provinsi Jawa Tengah wikipedia.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/pakaian-adat-jawa-tengah-dan-kelengkapannya.html

Minggu, 19 Januari 2014

Pakaian Adat Betawi yang Indah

Masyarakat betawi sendiri merupakan masyarakat yang memiliki Pakaian Adat Betawi dan berasal dari campuran beberapa etnis pada jaman penjajahan dahulu kala. Pada jaman dahulu kala, pemerintahan kita terpecah dan menghasilkan berbagai suku, bangsa, dan budaya yang berbeda pula. Dari situ lahir lah suku betawi yang merupakan campuran dari suatu suku dengan etnis tertentu yang kemudian menikah dan memberi keturunan dengan suatu suku dan etnis dari bangsa lain.

Pakaian Adat Betawi Untuk Pria dan Wanita

PAKAIAN ADAT BETAWI
Kaum betawi merupakan keturunan kaum berdarah campuran yang pada dahulu kala didatangkan oleh Belanda, dan juga merupakan campuran dari suku sunda, jawa, makasar, bugis, ambon, dan lain sebagainya. Masyarakat betawi menggunakan berbagai macam Pakaian Adat Betawi sebagai busana mereka, dengan pakaian tradisional betawi yang umum adalah pakaian adat dengan tutup kepala dan baju jas yang menutupi leher dengan celana panjang kain berwarna hitam dan tidak lupa dengan kain batik yang ada pada lingkaran pinggang mereka, ini merupakan pakaian tradisional betawi untuk pria.
Pakaian Tradisional Betawi Untuk Acara Khusus
Sedangkan untuk Pakaian Tradisional Betawi wanita biasanya menggunakan baju kebaya dengan selendang panjang yang menutupi kepala serta dengan kain batik yang sudah umum dikenal orang. Motif batik yang dikenakan juga bebas, mereka dapat menggunakan motif kain batik yang mereka sukai sendiri. Itu merupakan pakaian adat betawi yang digunakan untuk acara khusus. Karena pemerintah sekarang sudah menerapkan untuk penggunaan batik untuk kegiatan sehari – hari, maka masyarakat sekarang juga perlu menggunakan batik dalam kegiatan mereka tiap hari.
Baju yang digunakan dalam Pakaian Tradisional Betawi juga lebih sederhana, untuk pria biasanya hanya menggunakan baju koko atau yang biasa sering disebut sebagai sadariah, bentuknya sama seperti pada umumnya dengan warna polos dengan celana batik yang berbahan kain dengan warna yang tidak terlalu mencolok, biasanya menggunakan warna yang juga sesuai dengan baju koko tersebut dan warna yang tidak terlalu ramai untuk Pakaian Tradisional Betawi Pria. Juga menggunakan kain pelekat untuk mempermudah penempelan kain yang biasa diletakkan di pundak atau pada leher mereka, tidak lupa mengenakan peci sebagai alas kepala mereka.
Itu merupakan pakaian tradisional betawi untuk digunakan sehari – hari untuk para pria, bagaimana dengan pakaian sehari – hari pakaian tradisional betawi untuk wanita? Untuk Pakaian Adat Betawi Wanita biasanya menggunakan baju kurung dengan lengan pendek dengan warna – warna yang ramai dan mencolok di mata, dengan kain sarung batik dengan warna cerah. Berbeda dengan pakaian adat betawi untuk pria yang hanya menggunakan corak warna yang polos dan tidak ramai, namun pakaian adat untuk wanita betawi menggunakan warna yang mencolok danr amai di mata. Mereka juga mengenakan kerudung dengan motif yang bebas, bisa menggunakan motif yang mencolok ataupun tidak dalam Pakaian Adat Betawi.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/pakaian-adat-betawi-yang-indah.html

Sabtu, 18 Januari 2014

Rumah Adat Papua dan Penjelasan Singkat Struktur Rumah

Sebagai orang Indonesia tentunya kita mengenal beberapa bentuk rumah adat yang ada di Indonesia, salah satunya rumah adat Papua atau yang biasa disebut Honai. Rumah ini dimiliki oleh suku Dani. Rumah Honai ini terbuat sepenuhnya dari bahan-bahan yang ada di alam, dengan material kayu pada badan rumah dan jerami sebagai bahan dari atap nya. Rumah ini terlihat tertutup karena tidak dilengkapi dengan jendela, karena memang fungsinya adalah untuk melindungi suku Dani yang tinggal di dalamnya dari udara dingin pegunungan Papua.

Rumah Adat Papua dan Uraiannya

RUMAH HONAI ADAT PAPU TRADISIONAL INDONESIA
Dengan tinggi sekitar 2 – 2.5 meter, rumah adat dari Papua terdiri dari 2 lantai. Lantai pertama biasanya terdiri dari kamar-kamar dan digunakan sebagai tempat tidur, dan lantai kedua digunakan sebagai tempat beraktifitas: ruang santai dan lain-lain. Di tengah ruangan di lantai pertama terdapat api unggun yang digunakan untuk menghangatkan diri. Rumah adat Papua Honai  merupakan rumah dengan arsitektur yang sederhana, inti dari rumah ini adalah rumah yang melindungi orang-orang yang tinggal di dalamnya dari udara dingin, tanpa fungsi rumit lainnya. Kesederhanaan ini mungkin yang dijadikan patokan utama bagi suku Dani untuk membangun rumah Honai mereka, karena mereka termasuk jenis suku yang kerap kali berpindah tempat. Kesederhanaan desain dan bentuk Honai memudahkan mobilitas mereka.
Jenis-Jenis Rumah Adat Papua
Rumah Adat Papua
Rumah Honai terdiri dari 3 jenis, yaitu rumah untuk para lelaki (disebut Honai), rumah untuk para wanita (disebut Ebei), dan rumah untuk ternak mereka, babi (disebut Wamai). Ada juga beberapa orang Papua yang tidak lagi tinggal di rumah adat Papua seperti pakem yang dulu ada, dan tinggal bersamaan antar anggota keluarga inti, namun ternak/babi selalu mendapatkan rumah tersendiri. Bagi orang Papua, ternak merupakan harta yang sangat berharga.
Rumah adat provinsi Papua sebenarnya hanya ada 1 jenis saja, yaitu Honai itu sendiri. Jika terdapat beberapa perbedaan, itu dikarenakan perbedaan daerahnya saja dan perbedaannya tidak begitu mencolok. Rumah Honai dibuat berkelompok, karena kadang satu keluarga membutuhkan lebih dari satu rumah untuk tempat ternak mereka tinggal, dan anak-anak yang sudah akil baligh/dewasa. Dilihat dari arsitekturnya yang sederhana, rumah ini berbentuk hampir seperti kerucut dengan batu-batu kecil mengelilingi rumah tersebut.
Keunikan khasanah kebudayaan bangsa tercermin dari banyaknya jenis rumah yang ada di Indonesia. Walaupun Honai merupakan rumah asli suku Dani, kita dapat menjumpainya di beberapa museum yang tersebar di Indonesia dikarenakan banyak juga orang yang penasaran atau ingin tahu jenis rumah suku Dani papua ini. Honai dan rumah-rumah adat suku lainnya merupakan bukti kekayaan budaya bangsa kita yang patut kita ketahui. Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang rumah adat Papua, anda bisa mencarinya di internet dengan mencari rumah adat Papua wikipedia.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-papua-dan-penjelasan-singkat-struktur-rumah.html

Jumat, 17 Januari 2014

Rumah Adat Aceh Asal Usul dan Penjelasan Singkat

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari bayak tradisi dan adat istiadat, dan Rumah adat Aceh termasuk dalam salah satunya. Rumah ini adalah salah satu rumah adat di Indonesia yang menggunakan tangga di depan rumah tersebut untuk menghubungkan orang yang ingin memasuki rumah tersebut. Rumah ini disebut juga sebagai Rumoh Aceh atau “Krong Bade”. Krong Bade adalah rumah dengan bentuk yang seragam, yang kesemuanya berbentuk persegi panjang, dan letaknya memanjang dari timur ke barat. Penentuan letak arah ini dipakai guna mempermudah menentukan arah kiblat untuk sholat.

Rumah Adat Aceh dan Kemampuan Ekonomi Warga Aceh

rumah adat aceh Jika di Bali hampir semua rumah mempunyai ornamen ukiran yang terdapat dalam rumah adat tersebut, tidak semua rumah adat Aceh memiliki ukiran, dan kalaupun rumah-rumah tersebut memiliki ukiran bentuknya tidak sama. Hal ini bergantung pada kemampuan ekonomi si empunya rumah. Jika pemilik rumah mempunyai kemampuan ekonomi yang di atas rata-rata, biasanya mereka akan memiliki rumah dengan ukir-ukiran yang bagus dan mewah. Begitu juga sebaliknya, bagi orang yang mempunyai kemampuan ekonomi pas-pas an atau rata-rata, maka tidak terdapat begitu banyak ukir-ukiran di rumahnya.
Menurut keterangan banyak warga Aceh, jumlah rumah adat Aceh yang ada di Aceh saat ini menurun drastis. Kebanyakan warga Aceh lebih memilih untuk tinggal di rumah modern. Hal tersebut dikarenakan banyak warga merasa rumah Krong Bade membutuhkan dana yang tidak sedikit dalam pembangunannya, juga butuh banyak tenaga untuk proses perawatannya. Fenomena ini sudah berlangsung sejak 30 tahun hingga sekarang. Hungga tahun 1980, orang-orang Aceh masih bisa mendapatkan kayu sebaga material utama dalam membangun Krong Bade. Sekarang, orang-orang lebih memilih membangun rumah modern karena jumlah biaya yang digunakan separuh dari uang yang dikeluarkan untuk Krong Bade.

Anatomi Rumah Adat Aceh

rumah adat tradisional aceh
Pada jaman dahulu kala, rumah adat Aceh atapnya terbuat dari daun rumbia. Jadi jika ada kasus kebakaran, pemilik rumah bisa langsung memotong bagian daun yang terbakar, tanpa kesulitan. Dan di depan rumah biasanya terdapat guci atau gentong tempat menyimpan air. Gentong air ini digunakan untuk menyimpan air untuk cuci kaki/membersihkan kaki jika seseorang ingin memasuki rumah. Karena letak rumah ini beberapa cm di atas tanah, maka rumah ini membutuhkan tangga bagi orang-orang yang ingin memasuki rumah; dan jumlah anak tangga biasanya ganjil.
Krong Bade atau Rumoh Aceh adalah rumah adat yang unik, yang mempunya kekhasan seperti kebanyakan rumah adat di Indonesia. Rumah dengan arsitektur klasik dan terbuat dari kayu dan dipercantik dengan ukir-ukiran ini ternyata tidak terlalu diminat lagi oleh penduduk Aceh yang sudah tersentuh arus modernitas. Hal ini dikarenakan dalam membangun rumah ini dibutuhkan banyak sekali biaya dan tenaga dalam pemeliharaannya. Rumah adat Aceh merupakan jenis rumah yang membutuhkan perawatan dan kemampuan ekonomi ekstra dalam proses pembuatannya, karena materi dasar pembuatannya adalah kayu dan saat ini sudah agak sulit bagi masyarakat Indonesia pada umumnya untuk mendapatkan kayu.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-aceh-asal-usul-dan-penjelasan-singkat.html

Kamis, 16 Januari 2014

Rumah Adat Batak Toba dan Filosofinya

Jika anda suka mempelajari antropologi, maka pasti mengetahui rumah adat Batak adalah salah satu dari sekian banyak produk budaya yang ada di Indonesia. Ada beberapa bagian suku Batak, namun di sini akan membahas khusus tentang rumah adat suku Batak Toba saja. Nama rumah adat Batak Karo adalah rumah Bolon. Rumah ini ditempati 4 – 6 keluarga, dengan bentuk persegi memanjang. Jika ingin memasuki rumah ini, harus melalui tangga berjumlah ganjil yang terletak di bagian depan rumah dan harus menunduk dikarenakan ukuran pintunya yang rendah.

Anatomi Rumah Adat Batak

Rumah Adat Batak
Pintu yang rendah pada rumah adat Batak yang membuat para tamu yang mengunjunginya menunduk melambangkan kesopanan. Seseorang harus menunduk agar bisa masuk rumah tersebut, sama halnya dengan keharusan tamu menghormati pemilik rumah. Rumah Bolon termasuk dalam ketegori rumah panggung, namun mempunyai fungsi yang cukup berbeda dari rumah panggung seperti yang ada di Sunda (Jawa Barat). Jika di Jawa Barat rumah panggung bertujuan untuk menghindari serangan binatang buas, rumah Bolon berdiri hampir 2 meter di atas tanah dan permukaan atas tanah langsung, digunakan sebagai tempat untuk memelihara binatang ternak seperti ayam atau babi.
Dulunya rumah adat Batak Bolon mempunyai dua buah jenis pintu, pintu vertikal dan pintu horizontal. Namun seiring berkembangnya jaman, pintu horizontal tidak lagi pernah digunakan. Jika memasuki rumah Bolon, maka langsung terpapar ruangan yang luas. Walaupun rumah Bolon ditempati olah banyak keluarga, namun pembatasan dilakukan secara adat, apalagi bagi keluarga atau marga yang mempunyai adat yang kuat. Keluarga Batak dikenal sebagai keluarga yang rasa bersatunya kuat. Mempunyai rumah seperti rumah Bolon bagi suku Batak merupakan medium yang bisa memperkuat persatuan mereka sebagai suku Batak.
Bagian Dalam Rumah Adat Batak
Beberapa bagian dari rumah adat Batak mempunyai fungsi tersendiri, terkait dengan penghuni dan status sosialnya terutama di keluarga tersebut. Jabu Bong, ditempati oleh Porjabu bong. Jabu Bong adalah bagian dari rumah Bolon yang terletak di belakang sudut kanan rumah. Bagian Jabu Bong ditempati oleh porjabu bong, atau kepala rumah. Kepala rumah (porjabu bong) tinggal bersama istri dan anak-anak kecilnya. Bagian kedua rumah Bolon adalah jabu Soding, yang terletak berseberangan dengan Jabu Bong. Jabu Soding ditinggali oleh anak perempuan yang sudah menikah namun belum mempunyai rumah sendiri untuk ditinggali. Bagian ketiga dari rumah Bolon adalah Jabu Suhat, yang terletak sudut kiri depan. Jabu Suhat ditempati oleh anak laki-laki tertua yang sudah menikah. Bagian ke empat dari rumah ini adalah Tampar Piring, yang ditempati oleh tamu.
Jika anggota keluarga besar, maka ditambah dua kamar di sela-sela Jabu yang bersebelahan. Dan kedua Jabu ini disebut Jabu Tonga-Rona dan Jabu Rona. Walaupun tinggal seatap, tiap keluarga mempunyai dapur sendiri-sendiri yang terletak di bangunan terpisah di belakang rumah utama. Di tengah-tengah rumah terdapat ruang sisa yang biasanya dipakai untuk ruang bermusyawarah, dan dinamakan Telaga. Untuk keterangan yang lebih lengkap tentang rumah adat Batak, bisa mencari rumah adat Batak wiki.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-batak-toba-dan-filosofinya.html

Rabu, 15 Januari 2014

Rumah Adat Jawa Timur dan Kemiripannya dengan Jawa Tengah

Jika membicarakan tentang rumah adat Jawa Timur, maka sedikit banyak kita akan diingatkan oleh bentuk rumah Jawa Tengah, karena dari nama dan arsitekturnya sama. Keduanya disebut Joglo, dan penampilan eksteriornya hampir sama. Tapi artikel ini akan membahas tentang rumah joglo yang ada di Jawa Timur, yang khususnya terdapat di daerah Ponorogo. Pada umumnya, rumah Joglo di daerah Ponorogo terdiri dari 2 ruangan: ruangan depan dan ruangan belakang. Rungan depan disebut pendopo, dan ruangan belakang biasanya terdiri dari kamar atau ruang-ruang pribadi.

Rumah Adat Jawa Timur dengan Jawa Tengah Mirip

rumah adat jawa timur
Seperti di suku Jawa Tengah, ruangan depan disebut “pendopo”. Pada dasarnya pendopo di kedua rumah ini mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk menampung tamu dan sebagai tempat pertemuan atau acara resmi. Sedangkan ruang belakang pada rumah adat ini digunakan sebagai ruang pribadi, biasanya untuk dapur dan ruang-ruang tidur. Dari penampakan luarnya, rumah adat Jawa Tengah dan Jawa Timur hampir sama. Dengan kesamaan secara umum ini, banyak orang yang tidak tahu menganggap dua suku ini mempunyai jenis rumah yang sama.
Pada rumah adat Jawa Timur yang kebanyakan ada di Ponorogo mempunyai atap berbentuk seperti gunung. Pengambilan contoh bentuk atap ini mempuanyai filosofi bahwa rumah adalah sebaik-baik pelindung dan tempat tinggal, seperti gunung. Gunung juga merupakan perlambang akan hal-hal sakral yang ditinggikan oleh banyak anggota masyarakat Jawa pada saat itu. Pada jaman dahulu kala, pada rumah-rumah ataupun beberapa aspek kehidupan masyarakat Jawa dipenuhi oleh hal-hal yang berbau mistis. Hal ini dikarenakan kecintaan masyarakat Jawa akan animisme dan dinamisme, juga akan hal-hal mistis dan magis.
Perbedaan Dasar antara Rumah Adat Jawa Timur dengan Jawa Tengah
Ketidaktahuan orang yang belum pernah mempelajari rumah adat suku-suku di Indonesia terutama rumah adat Jawa Timur dan Jawa Tengah akan membuat mereka berpikiran bahwa rumah Joglo di kedua daerah ini sama saja, padahal sebenarnya berbeda. Dalam rumah adat Jawa Tengah, terdapat tiga ruangan, termasuk ruang pringgitan atau ruang untuk memainkan wayang; sedangkan di dalam rumah Jawa Timur tidak terdapat pringgitan, hanya ruang depan (pendopo) dan ruang belakang saja.
Mempelajari kebudayaan Indonesia juga termasuk mempelajari produk-poduk budaya bangsa kita. Bahasa, pakaian, dan nama-nama rumah adat juga termasuk dalam properti kebudayaan bangsa Indonesia. Untuk pencarian yang lebih lanjut, mencari di Internet tentang  rumah adat Jawa Timur dan penjelasannya bisa membantu anda mempelajari suku Jawa Timur dan rumah Joglo-nya. Sebagai bangsa Indonesia kita juga harus mempelajari hasil budaya suku-suku lain, termasuk rumah adat Jawa Timur dan suku-suku lainnya di Indonesia.
SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-jawa-timur-dan-kemiripannya-dengan-jawa-tengah.html

Selasa, 14 Januari 2014

Rumah Adat Jawa Barat yang Ada di Sekitar Kita

Walaupun Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dengan berbagai jenis bangunan adat, rumah adat Jawa Barat yang terkenal dengan nama rumah adat Jawa Barat Kasepuhan tidak begitu banyak ditemui sekarang ini. Mungkin karena perkembangan jaman, tidak begitu banyak orang yang ingin mempunyai rumah berbentuk seperti rumah adat. Kebanyakan orang sekarang emnginginkan rumah yang berbentuk atau bernuansa modern, bisa jadi dikarenakan tuntutan jaman dan keinginan mempunyai rumah dengan bentuk yang jauh lebih sederhana dengan suasana modern.
RUMAH ADAT JAWA BARAT SUNDA
Namun demikian, banyak rumah yang mempunyai bentuk interior yang sedikit banyak mirip dengan rumah adat Jawa Barat. Interior seperti ini banyak ditemui di desain rumah-rumah makan, gedung-gedung bersejarah, atau beberapa tempat seperti instansi pemerintahan. Walaupun tidak banyak penduduk Indonesia ber-rumah adat Sunda lagi, banyak tempat umum di sekitar kita seperti yang disebutkan tadi menggunakan desain interior rumah adat Kasepuhan. Pembuatan rumah seperti ini menggunakan dua pendekatan dalam membangun rumah, biasanya merupakan perpaduan antara desain modern dan tradisional.

Rumah Adat Jawa Barat dan Pembuatannya

RUMAH ADAT SUNDA JAWA BARAT
Kebanyakan rumah adat yang ada di Indonesia pada zaman dahulu dibangun dari bahan-bahan yang diambil dari alam, seperti kayu atau bambu. Beberapa rumah adat di daerah lain di Indonesia ada yang dibangun dari dedaunan, ijuk, atau batu. Rumah adat jawa Barat dibangun dari kombinasi kayu, tanah, dan bambu. Di samping itu, bangunan induk dari rumah adat ini tidak dibangun langsung di atas tanah, namun dibangun dengan model rumah panggung; jadi ada penyangga bangunan yang diancapkan di tanah.
Tujuan dari bentuk rumah panggung dari rumah adat Jawa Barat adalah untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam rumah dan memberi perlindungan bagi anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah dari serangan binatang buas/liar. Rumah yang dibangun kira-kira 40-60 cm di atas tanah ini melindungi orang-orang yang tinggal di dalamnya dari jangkauan binatang yang mungkin menyerang.

Perbedaan Jenis Rumah Adat Jawa Barat

RUMAH ADAT JAWA BARAT
Dilihat dari bentuk atapnya, orang Sunda menyebut bentuk atapnya sebagai Suhunan. Karena letaknya beberapa cm dari tanah, rumah kasepuhan biasanya mempunyai tangga kecil di depan rumah agar orang-orang bisa masuk ke dalam rumah tersebut melalui tangga tersebut yang terletak di pintu depan. Rumah kasepuhan dibuat di setiap daerah di Jawa Barat dengan bentuk yang berbeda-beda. Tujuannya adalah agar orang Sunda bisa membuat rumah yang sesuai dengan kepentingan mereka. Oleh karena itu, banyak ditemukan perbedaan jenis rumah adat di Jawa Barat dikarenakan alasan tersebut. Anda juga bisa mencari beberapa ulasan dan penjelasan lebih lengkap tentang rumah adat Jawa Barat dari entry rumah adat Jawa Barat Wikipedia dari internet.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-jawa-barat-yang-ada-di-sekitar-kita.html

Senin, 13 Januari 2014

Rumah Adat Betawi dan Penjelasannya

Di salah satu stasiun TV swasta dulu, seringkali kita melihat acara si Doel anak Sekolahan yang tinggal di rumah adat Betawi nya. Melalui acara ini kebanyakan masyarakat Indonesia mengenal bentuk dan konstruksi umum rumah adat dari suku Betawi ini. Dewasa ini, tidak begitu banyak orang Betawi yang mempunyai rumah yang dibangun menggunakan aturan tradisional suku Betawi. Mungkin dikarenakan langkanya lahan yang ada di sana, jadi sudah tidak banyak lagi penduduk Betawi yang memakai rumah seperti ini. Namun ada juga sebagian penduduk yang masih tinggal di rumah adat seperti ini, di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan di sebuah kampung wisata yang bernama kampung wisata Setu Babakan.

Rumah Adat Betawi dan sedikit uraiannya

rumah adat betawi jakarta
Rumah ini termasuk dalam bentuk rumah panggung, yang berdiri beberapa cm di atas tanah. Dilihat dari gaya arsitekturnya, rumah adat Betawi seperti mendapatkan pengaruh arsitektur dari beberapa negara seperti Eropa, Arab, dan Cina. Gaya arsitektur yang mirip dengan gaya rumah negara lain terserbut terlihat dari desain pintu, jendela, lubang angin, dan beberapa ornamen rumah yang terdapat di sana. Dilihat dari struktur peletakan ruangnya, rumah adat suku Betawi mirip juga dengan rumah modern yang ada dewasa ini; terlihat dari terdapatnya ruang-ruang dengan fungsi tertentu, seperti ruang umum, ruang pribadi, dan area servis.
Dulunya, rumah adat Betawi dibuat dari bambu. Sedangkan sekarang ini karena pengaruh modernisasi, rumah adat suku Betawi terbuat dari dinding tembok. Jika dulunya lantai rumah tradisional ini terbuat dari tanah, sekarang terbuat dari keramik atau plesteran semen. Rumah ini terlihat sederhana namun tetap terlihat apik dengan pagar kayu yang mengelilingi bangunan rumah. Mungkin inilah yang membuat rumah Betawi terlihat unik.

Anatomi Rumah Adat Betawi

rumah adat betawi jakarta
Saat tamu berkunjung, para tamu dipersilakan duduk di bagian depan rumah atau balai-balai rumah. Teras rumah terbuka dengan beberapa tempat duduk kayu. Tempat ini cukup luas. Yang unik dari rumah adat Betawi adalah dinding bagian depan rumah yang bisa dibongkar pasang. Hal ini bertujuan agar rumah bisa dibuka jika si empunya rumah menyelenggarakan hajatan atau acara sosial yang mengharuskan mengundang banyak orang. Bagian tengah rumah biasanya digunakan sebagai ruang tidur, dapur, kamar mandi, dan sebagai pembatas terdapat semacam pintu kayu yang diberi kisi-kisi tempat sirkulasi udara. Pada umumnya pintu terbuat dari kayu yang diberi lubang-lubang angin yang juga berfungsi mengatur sirkulasi udara.
Rumah adat suku Betawi mungkin terlihat sederhana namun secara sosial, rumah suku Betawi merupakan jenis rumah yang memperhitungkan fungsi sosial si empunya rumah juga. Karena pada suatu saat, jika empunya rumah ingin mengadakan hajatan atau acara sosial, papan depan rumah dapat dilepas sehingga memungkinkan lebih banyak orang ditampung di dalam rumah. Untuk lebih lengkapnya informasi tentang rumah Betawi, anda bisa mencari rumah adat Betawi wikipedia. Rumah adat Betawi merupakan salah satu jenis rumah adat yang memperkaya khasanah budaya bangsa.

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-betawi-dan-penjelasannya.html

Minggu, 12 Januari 2014

Rumah Adat Bali dan Filosofinya

Dalam mempelajari adat istiadat dan kebudayaan Indonesia termasuk Bali, tak lepas dari mempelajari rumah adat Bali.  Rumah adat di Bali dibangun berdasarkan aturan yang ada di dalam kitab suci Weda. Pembangunan rumah ini harus sesuai dengan aturan asta Kosala Kosali yang mengatur tentang tata peletakan rumah. Aturan ini mungkin hampir mirip dengan aturan feng shui yang terkenal di china.

Rumah Adat Bali dan Filosofi yang Terkandung dalam Pendiriannya

RUMAH ADAT BALI GAMBAR
Ada filosofi yang terkandung di balik pembangunan rumah adat Bali. Rumah adat yang ada di Bali merupakan cerminan akan kondisi masyarakat yang ada. Ada 3 aspek atau nilai yang harus dikandung dalam rumah adat di Bali. Menurut masyarakat Bali, keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat akan terwujud jila seseorang mampu mewujudkan hubungan yang sinergis antara pawongan (penghuni rumah), palemahan (lingkungan dari tempat rumah itu berada), dan parahyangan. Pembangunan rumah di Bali harus memenuhi ketiga aspek tersebut, yang biasa disebut sebagai Tri Hita Karana.
Kebanyakan rumah adat Bali selain dibangun atas dasar ketiga aspek tadi, juga dibangun dan dihias dengan pernak pernik seperti ukir-ukiran kayu berwarna kontras namun terkesan alami. Dalam setiap hiasan atau pernak-pernik yang ada di sebuah rumah adat di Bali, ada filosofi atau makna yang dianut: misalnya adanya patung-patung yang merupakan simbol pemujaan mereka terhadap sang pencipta, atau ucapan terima kasih terhadap dewa-dewi.

Cerminan Budaya Masyarakat Bali

RUMAH ADAT BALI
Masyarakat Bali merupakan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi kebudayaan, dan itu tercermin dari kebiasaan sehari-hari maupun dari arsitektur bangunan yang ada di sana: baik itu rumah adat Bali yang mereka tempati, gedung-gedung umum, tempat peribadatan, dan lainnya. Dulunya, setiap rumah adat di Bali yang ditempati terdiri dari beberapa bangunan kecil yang disatukan oleh pagar yang mengitari rumah tersebut. Dengan berkembangnya model arsitektur rumah dan berkembangnya jaman, rumah di Bali sekarang tidak lagi terdiri dari beberapa bangunan yang terpisah.
Seperti yang diulas dalam tulisan di atas, pembangunan rumah adat di Bali sangat berpedoman pada lontar asta Kosala Kosali dan sesuai dengan prinsip Tri Hita Karana. Setiap rumah adat yang dibangun di sana harus memenuhi prinsip tersebut karena masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi pedoman hidup yang terdapat dalam kitab suci dan tuntunan adat turun temurun. Setiap hal yang tertulis dalam kitab suci selalu ditati oleh masyarakat Bali, karena masyrakat Bali terkenal sebagai warga yang emnjunjung tinggi budaya dan adat istiadat. Untuk lebih jelasnya, mungkin anda bisa mencari beberapa keterangan mengenai rumah adat Bali dan keterangannya maupun rumah adat Bali dan fungsinya. Adanya rumah adat merupakan bagian dari kekayaan khasanah budaya bangsa Indonesia.

SUMBER =  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-bali-dan-filosofinya.html

Jumat, 10 Januari 2014

TRIK MENAMBAH MASA AKTIF KARTU YANG SUDAH TIDAK AKTIF

Bagi pengguna GSM maupun CDMA tentu akan menyambut dengan suka cita terhadap layanan tarif murah yang diberlakukan oleh operator langganannya, baik itu tarif promo maupun reguler. But we realize it or not, it turns out especially cheap rates and features for free is not always cheap / free. There are policy changes that ‘no better’ than before. The policy change was (almost) simultaneously withongoing low-cost programs. For example, service cheap / free current of the most drawing attention to customer service is FREE sms, gprs, internet, even free speech.
Policy changes include: reducing the period of active service refills. For example, the charging nominal 5 thousand who had had active period now 15 days to 7 days. My pulse accumulates until the unfortunate if used for less important things. What if transferred, would not want to? Let’s let .. :)
Mungkin kebiasaan saya yang sering mentransfer pulsa bisa disharing di sini. Eit.. jangan salah, bukan maksud saya membagi pulsa ke anda :) Maksud saya TRANSFER PULSA dengan tujuan menambah masa aktif ke nomer sendiri atau ke nomer lain. Hampir semua operator mempunyai fitur transfer pulsa namun tidak semua transfer pulsa bisa menambah masa aktif kartu yang ditansfer. Di sini saya hanya mereview transfer yang bisa menambah masa aktif. Syaratnya, sebelum transfer kartu harus dalam masa aktif. Jadi sebelum kartu tenggang, segeralah melakukan transfer pulsa ke nomer sendiri untuk memperpanjang masa aktifnya.
Eh.. hampir lupa, kadangkala pulsa yang menumpuk juga bikin bete karena masa aktif yang cepat habis, masa harus beli pulsa lagi? Makin menumpuk dong pulsanya. Nah.. ada cara lain selain transfer pulsa, fitur yang bisa menambah masa aktif adalah dengan MEMBELI MASA AKTIF. Maksud dari Beli Masa Aktif adalah pelanggan dapat memperpanjang Masa Aktif Nomernya tanpa harus melakukan Isi Ulang. Cukup dengan menukarkan pulsa yg ada dg masa aktif yg tersedia. Ini hanya untuk nomer sendiri, tidak bisa membelikan masa aktif kartu lain dan dilakukan pada saat masa tenggang.
Dari uraian di atas bisa diambil benang merah, yakni cara menambah masa aktif tanpa isi ulang adala
1. transfer pulsa
2. beli masa aktif
3. menukarkan poin
Mari kita kupas satu persatu berdasarkan operatornya..
XL ada 3 cara:
1. transfer pulsa
2. beli masa aktif
3. cara cepat 8484
1. TRANSFER / BAGI PULSA
Format: ada 2 cara (pilih salah satu):
- SMS: BAGI(spasi)nomer tujuan(spasi)nominal pulsa, kirim ke 168
- CALL:  *123# Pilih: Paket Super Hemat, Pilih: Bagi Pulsa & silahkan langsung mengikuti langkah selanjutnya
- tarif sms Rp 99 (nominal 1.500 dan 3.000) dan 500 (nominal 5.000-200.000)
- saldo pengirim minimal Rp 10.000
- kebijakan terbaru dari XL bahwa bagi pulsa/transfer pulsa tidak bisa dilakukan ke nmr sendiri jadi pakai cara lain :)
- masa aktif:
Rp. 1.500
1 Hari
Rp. 3.000
3 Hari
Rp. 5.000
3 Hari
Rp. 10.000
5 Hari
Rp. 25.000
10 Hari
Rp. 100.000
30 Hari
Rp. 200.000
30 Hari
2. BELI MASA AKTIF
- Tersedia di *123*3*6*3#
- masa aktif:
3 Hari
Rp. 1.000
7 Hari
Rp. 3.000
30 Hari
Rp. 10.000
90 Hari
Rp. 25.000
- Berlaku untuk semua pelanggan XL Prabayar
- Tidak ada pembatasan untuk pembelian paket Masa aktif ini
- Pembelian Masa aktif bisa dilakukan di saat pelanggan berada pada Masa aktif atau Masa Tenggang
- Tidak ada ketentuan minimal pulsa selama saldo pulsa tersedia.
- Jika pelanggan berada di periode masa aktif maka masa aktif yang dibeli akan berlaku sejak masa aktif yang lama berakhir
3. CARA CEPAT 8484
Format: ketik AKTIF kirim ke 8484
 -masa aktif 2 hari, tarif pulsa Rp 1000. 
INDOSAT
ada 2 cara:
1. transfer pulsa
2. menukar poin plus-plus
1. TRANSFER PULSA
Format: SMS: Transferpulsa(spasi)nomor tujuan(spasi)nominal pulsa, Kirim ke 151
- tarif Rp 600
- Minimum sisa pulsa Pengirim Rp 5000 (+ 600)
- Berlaku untuk pelanggan Mentari, IM3 dan Matrix Auto
- Masa Aktif:
Nominal (Rp)
Masa Aktif
(hari)
0 – <2rb 0
2rb – <5rb 0
5rb – <10rb 3
10rb – <20rb 7
20rb – <25rb 15
25rb – <50rb
50rb – <100rb 22
100rb – <150rb 30
150rb – ≥200rb 45
2. MENUKARKAN POIN INDOSAT SENYUM
Poin Indosat Senyum yang telah dikumpulkan oleh pelanggan dapat ditukar dengan layanan Indosat seperti SMS, I-Ring, Masa aktif, Gratis Bicara.
Format:
Keterangan
Format SMS Kirim ke 7887
Tarif SMS
Panduan
PAN
Gratis
Registrasi
SENYUM
Rp 25
Cek Poin
POIN
Cara Tukar Masa Aktif
MA
Gratis
SIMPATI dengan cara MEMBELI MASA AKTIF
Format: CALL *858#, Jawab 4, dan Jawab 1 untuk menyetujui. Maka akan mendapatkan notifikasi transaksi anda sukses dilakukan.
- Biaya untuk 1 hari masa aktif yaitu Rp 1000
- Transaksi hanya bisa dilakukan pada masa aktif (tidak bisa pada masa tenggang)
- Pulsa minimum setelah transaksi harus lebih besar dari 0 (nol)
FLEXI dengan cara MEMBELI MASA AKTIF
Format SMS: PLUS 1 Kirim ke 321
- Angka 1 menunjukkan jumlah hari yang akan diaktifkan. Terserah mau berapa hari.
- Tarif Rp 200/hari, tarif sms Rp 100. Jadi bila diaktifkan 7 hari, biaya yang terpotong dari pulsa = (Rp 200 x 7) + Rp 100 = Rp 1500.
AXIS Ada 2 cara:
1. Transfer pulsa
2. Membeli masa aktif
1. TRANSFER PULSA
Format: CALL*886*jumlah pulsa yang ditransfer*nomor telpon penerima pulsa#
Contoh: *886*5000*0838123456#, lalu tekan OK/yes
- Tarif untuk setiap transfer pulsa Rp 300
- Masa aktif:
Pulsa yang ditransfer (Rp)
Masa Aktif
5.000 – 9.000
5 hari
10.000 – 19.000
10 hari
20.000 – 49.000
15 hari
50.000
25 hari
- Nomor pengirim harus aktif dan mempunyai saldo pulsa setidaknya Rp 5.000 setelah transfer pulsa
- Jumlah pulsa minimum yang dapat ditransfer adalah Rp 5.000 dan maksimum Rp 50.000 (dengan kelipatan Rp 1.000)
- Kamu bisa langsung mengecek saldo pulsa melalui *888#
2. MEMBELI MASA AKTIF
Format: CALL *848# maka akan mendapatkan notifikasi transaksi anda sukses dilakukan.
- tarif Rp 2000
- masa aktif bertambah 7 hari

3 Cara Menambah Masa Aktif Kartu Indosat Im3 Mentari Tanpa Beli Pulsa




cara menambah masa aktif indosat

Sungguh sangat menyebalkan bila memiliki pulsa cukup banyak untuk "hallo hallo" maupun smsan tetapi masa aktif kartu hampir habis. Mungkin itu tidak menjadi masalah jika memiliki uang lebih untuk membeli pulsa sekedar hanya menambah masa aktif kartu sebaliknya jika kita tidak memiliki uang sepeser pun untuk membeli pulsa mungkin akan berfikir lebih baik menghabiskan pulsa sebelum masa aktif habis dengan hal hal yang kurang bermanfaat .

Berikut tiga cara menambah masa aktif kartu indosat tanpa membeli pulsa :

1. Dengan cara tukar senyum poin

Sebelumnya jika belum terdaftar senyum poin silahkan daftar di *123*9*3#
setelah terdaftar cek poin agan di *123*9*1# atau melalui sms dengan cara ketik POIN kirim 7887
Berikut cara menukarnya
Ketik MA 250 kirim ke 7887 untuk perpanjangan satu minggu.
Jika ingin memperpanjang lebih dari satu minggu dengan cara berikut.
ketik MA 500 kirim ke 7887 untuk perpanjangan dua minggu
ketik MA 750 kirim ke 7887 untuk perpanjangan tiga minggu Dan seterusnya.
2. Daftar paket hebat keluarga

Untuk cara ini harus ada pulsa dan daftar sehari sebelum masa aktif habis.
Cara daftar : Ketik *888*3*1*6# atau lewat SMS ketik HEBAT kirim ke 888 untuk yang Sekali beli.
Untuk yang berlangganan
Ketik LGN sent ke 888 , Tunggu sampai ada balasan SMS kalau Regristasi berhasil/Sukses.
Untuk melihat sukses ketik *555*1# .
Biaya Reg untuk sekali beli Rp2000,- untuk masa aktif 30 hari dan anda sudah juga mendapatkan Telpon Gratis ke sesama Indosat anggota hebat keluarga yang nomornya sudah anda daftarkan di antara jam 00.00 - 17.00 .
Cara menambah anggota hebat keluarga ( maksimal 4 kartu sahabat/keluarga ) .
Caranya ketik DAFTAR No HP yang ingin di daftarkan kirim ke 888 .
Pendaftaran 4 anggota pertama gratis.
3.Membeli masa aktif

Untuk cara ini hanya alternatif jika cara 1 dan 2 tidak bisa di lakukan , berikut caranya
Ketik AKTIF3 kirim ke 555 untuk masa aktif 3 hari dengan biaya Rp.2000
Ketik AKTIF14 kirim ke 555 untuk masa aktif 14 hari dengan biaya Rp.5000 kirim ke 555
Ketik AKTIF30 kirim ke 555 untuk masa aktif 30 hari dengan biaya Rp.10.000

NB: Ketentuan dan tarif sewaktu waktu bisa berubah tergantung operator.

Rumah Adat Jawa Tengah Joglo dan Ciri Khasnya

Keragaman budaya bangsa Indonesia yang juga tercermin dalam rumah adat Jawa Tengah tentunya sudah sangat dikenal oleh banyak orang Indonesia. Kali ini kita akan membahas keragaman tersebut dalam keunikan dan karakteristik dalam rumah adat Jawa Tengah Joglo, yang pastinya sudah sangat dikenal di seantero negeri. Rumah Joglo sudah sangat dikenal oleh banyak masyarakat, terutama masyarakat Jawa Tengah. Joglo adalah kerangka rumah yang membentuk rumah adat di Jawa Tengah yang berupa soko guru dan terdiri dari empat pilar atau tiang penyangga utama dan tumpangsari yakni susunan balok yang ditopang oleh soko guru.

Rumah Adat Jawa Tengah

rumah adat jawa tengah joglo
Secara sosial, dulunya tidak banyak yang mempunyai rumah adat dikarenakan rumah ini merupakan lambang status sosial bagi orang-orang Jawa yang mempunya kemampuan ekonomi yang berlebih. Rumah Joglo adalah jenis rumah yang membutuhkan banyak bahan materi rumah yang mahal, terutama dari kayu. Umumnya pemilik rumah Joglo dulunya berasal dari kalangan ningrat atau bangsawan. Rumah jenis ini biasanya juga membutuhkan lahan yang luas dikarenakan beberapa bagian rumahnya digunakan untuk menerima tamu atau memuat banyak orang.

Bagian-bagian dalam Rumah Adat Jawa Tengah

Umumnya bagian rumah adat Jawa Tengah terdiri dari tiga bagian utama: pendhopo, pringgitan, dan omah ndalem atau omah njero. Pendhopo adalah bagian rumah yang biasanya digunakan untuk menerima tamu. Pringgitan adalah bagian ruang tengah yang digunakan untuk pertunjukan wayang kulit; berasal dari akar kata “ringgit” yang artinya wayang kulit. Bagian ketiga adalah omah ndalem atau omah njero, yang merupakan ruang keluarga. Dalam omah njero terdapat tiga buah kamar (senthong), yaitu senthong kanan, tengah, dan kiri.
Dilihat dari strukturnya, rumah adat Jawa Tengah mungkin terlihat lebih sederhana.  Pembangunan bagian rumah seperti pendhopo membutuhkan empat buah tiang penyangga guna menyangga berdirinya rumah. Tiang-tiang tersebut dinamakan soko guru, yang juga merupakan lambang penentu arah mata angin. Dari empat soko guru tersebut, terdapat juga tumpang sari yang merupakan susunan terbalik yang tersangga soko guru. Ndalem atau omah njero digunakan sebagai inti dari sebuah Joglo. Dilihat dari struktur tata ruangnya, bagian ndalem mempunyai 2 ketinggian yang berbeda. Hal ini bertujuan agar terdapat ruang sebagai tempat sirkulasi udara.
Joglo adalah jenis rumah adat suku Jawa yang terlihat sederhana dan digunakan sebagai lambang atau penanda status sosial seorang priyayi atau bangsawan Jawa. Rumah ini mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri dengan adanya tiang-tiang penyangga atau soko guru, beserta tumpang sari nya. Setiap bagian rumah merepresentasikan fungsi yang berbeda, yang dibangun di atas lahan yang luas juga; oleh karena itu, rumah ini hanyalah dipunyai orang dari kalangan berpunya saja. Beberapa hal penting lain tentang rumah adat Jawa Tengah dapat anda cari dari sumber lain, dari wikipedia

SUMBER  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-jawa-tengah-joglo-dan-ciri-khasnya.html

Rabu, 08 Januari 2014

Sejarah KUHP

Sejarah Singkat Pemberlakuan Hukum Pidana di Indonesia

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, hukum pidana Indonesia merupakan hukum pidana yang berasal dari masa kolonialisme Belanda. Meskipun demikian, dalam kenyataannya, ketentuan mengenai hukum pidana sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan-kerajaan di Nusantara masih berjaya. Pada masa itu hukum pidana lebih dikenal dengan istilah pidana adat, yang umumnya tidak tertulis dan bersifat lokal serta hanya berlaku untuk satu wilayah hukum atau kerajaan tertentu. Dalam hukum adat tidak mengenal adanya pemisahan yang tegas antara hukum pidana dengan hukum perdata (privaat). Pemisahan yang tegas antara hukum perdata yang bersifat privat dan hukum pidana yang bersifat publik bersumber dari sistem hukum Eropa, yang kemudian berkembang di Indonesia.
Dalam pelbagai literatur, hukum pidana yang berlaku di Indonesia dapat dibagi dalam tiga masa: masa sebelum penjajahan Belanda; masa sesudah kedatangan penjajahan Belanda; dan masa setelah kemerdekaan.
1. Masa Sebelum Penjajahan Belanda
Tercatat terdapat beberapa hukum pidana yang pernah ada dan berlaku di beberapa wilayah hukum kerajaan-kerajaan di Nusantara, antara lain: Ciwasana atau Purwadhigama pada abad ke-10 di masa Raja Dharmawangsa; Kitab Gajamada pada pertengahan abad ke -14, yang diberi nama oleh Mahapatih Majapahit, Gajahmada; Kitab Simbur Cahaya yang dipakai pada masa pemerintahan Ratu Senuhun Seding di Palembang; Kitab Kuntara Raja Niti di Lampung yang digunakan pada awal abad 16; Kitab Lontara’ ade’ yang berlaku di Sulawesi Selatan sampai akhir abad 19; Patik Dohot Uhum ni Halak Batak di Tanah Batak; dan Awig-awig di Bali. Kitab-kitab tersebut hanya sebagian dari hukum pidana yang pernah berlaku di wilayah Nusantara.
2. Masa Sesudah Kedatangan Penjajahan Belanda
a. Masa Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) Tahun 1602-1799
Hukum yang pertama kali digunakan oleh VOC pada pusat-pusat perdagangan mereka di Nusantara adalah hukum yang dijalankan di atas kapal-kapal VOC (Scheeps Recht). Hukum kapal ini terdiri dari dua bagian, yaitu hukum Belanda kuno dan asas-asas hukum Romawi. Dalam perkembangannya, VOC kemudian mendapatkan Octrooi Staten General, sehingga dapat bertindak sebagai suatu badan pemerintah yang memiliki hak istimewa untuk memonopoli pelayaran dan perdagangan, mengumumkan perang, mengadakan perdamaian dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara, dan mencetak uang. Oleh karena itu, dalam melaksanakan kekuasaan yang dimilikinya, VOC kemudian mengeluarkan instruksi atau maklumat dalam bentuk plakat-plakat (plakaten).
Pada awalnya plakat tersebut hanya berlaku untuk wilayah kota Betawi. Namun seiring dengan kekuasaannya yang semakin meluas juga diberlakukan di seluruh wilayah VOC. Dikarenakan sejak awal tidak disusun dan dikumpulkan secara baik dan teratur, Gubernur Jenderal Van Diemen kemudian memerintahkan Joan Maetsuycker untuk menyusun dan mengumpulkan plakat-plakat tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah Statuten van Batavia.  Dengan demikian pada masa VOC telah berlaku:
  1. Hukum statuten (termuat di dalam Statuta Batavia);
  2. Hukum Belanda yang kuno;
  3. Asas-asas hukum Romawi.
b. Masa Besluiten Regering Tahun 1814-1855
Masa Besluiten Regering dimulai saat peralihan kekuasaan dari Kerajaan Inggris kepada Kerajaan Belanda yang berdasarkan Konvensi London tanggal 13 Agustus 1814. Konvensi ini mengharuskan Kerajaan Inggris untuk mengembalikan bekas koloni Belanda yang pernah dikuasainya kepada Pemerintah Belanda. Untuk melaksanakan kekuasaannya, Pemerintah Belanda kemudian menunjuk tiga orang Komisaris Jenderal yang terdiri dari: Elout, Buyskes, dan Van der Capellen. Para Komisaris Jenderal tetap memberlakukan peraturan-peraturan yang berlaku pada masa Inggris dan tidak mengadakan perubahan peraturan karena menunggu terbentuknya kodifikasi hukum. Pada masa ini tidak ada ketentuan baru di bidang hukum pidana.
c. Masa Regeling Reglement Tahun 1855-1926
Perubahan undang-undang dasar (Grond wet) di Belanda membawa akibat pada perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku di seluruh wilayah Belanda dan daerah jajahannya. Perubahan itu membuat kekuasaan raja Belanda menjadi berkurang, salah satunya dalam hal pembuatan undang-undang. Sehingga peraturan yang diterapkan tidak hanya Koninklijk Besluit saja tetapi juga harus melalui mekanisme perundang-undangan di tingkat parlemen.
Peraturan dasar yang dibuat bersama oleh raja dan parlemen untuk mengatur daerah jajahan adalah Regeling Reglement (RR) yang dibuat dalam bentuk undang-undang dan diundangkan dengan Staatblad No. 2 Tahun 1855. Pada masa RR inilah terdapat beberapa ketentuan terkait hukum pidana, yaitu:
  1. Wetboek van Strafrecht voor Europeanen atau kitab Undang-Undang Hukum Pidana Eropa yang diundangkan dengan Staatblad No. 55 tahun 1866.
  2. Algemene Politie Strafreglement atau tambahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Eropa.
  3. Wetboek van Strafrecht voor Inlander atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pribumi yang diundangkan dengan Staatblad No 85 tahun 1872.
  4. Politie Strafreglement bagi orang bukan Eropa.
  5. Wetboek van Strafrecht voor Netherlands-Indie atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Hindia Belanda yang diundangkan dengan Staatblad No. 732 tahun 1915 yang mulai berlaku 1 Januari 1918.
d. Masa Indische Staatregeling Tahun 1926-1942
Indische Staatregeling (IS) merupakan perubahan dari Regeling Reglement (RR) yang mulai berlaku sejak 1 Januari 1926, dengan diundangkannya Staatblad No. 415 tahun 1925. Perubahan Grond Wet, khususnya mengenai pembagian golongan penduduk Indonesia beserta hukum yang berlaku, semakin mempertegas pemberlakuan hukum pidana Belanda yang sesuai dengan asas konkordansi. Ketentuan mengenai pembagian golongan penduduk tersebut diatur di dalam Pasal 131 jo pasal 163 IS.
 e. Masa Pendudukan Jepang Tahun 1942-1945
Masa pendudukan Jepang selama kurang lebih 3,5 tahun tidak memberikan perubahan yang signifikan dalam ketentuan hukum yang diberlakukan. Pemerintah Militer Jepang mengeluarkan Osamu Seirei No. 1 Tahun 1942, yang mengatur antara lain: perihal badan-badan pemerintahan, hukum, dan pengakuan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada masa kolonial Belanda sepanjang tidak bertentangan dengan pemerintahan milliter.
Dalam hal pemberlakuan hukum pidana, pemerintah militer Jepang mengeluarkan Gun Seirei nomor istimewa, Gun Seirei No. 25 tahun 1944 tentang pengaturan hukum pidana umum dan hukum pidana khusus dan Gun Seirei No. 14 tahun 1942 tentang Pengadilan di Hindia Belanda.
3. Masa Kemerdekaan
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia merupakan titik puncak perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan dan juga ungkapan tekad untuk mengubah sistem hukum kolonial menjadi sistem hukum nasional. Meskipun demikian, untuk membuat satu sistem hukum yang bersifat nasional tentu saja bukan perkara mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, untuk mengisi kekosongan hukum, Undang-Undang Dasar 1945 kemudian memberikan kelonggaran melalui Ketentuan Peralihan Pasal II UUD 1945 dengan menyatakan: “Segala badan negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini.” Ketentuan tersebutlah yang kemudian menjadi dasar hukum pemberlakuan semua peraturan perundang-undangan pada masa kolonial di masa kemerdekaan.
Untuk melaksanakan dalam tataran praktis, Presiden Soekarno mengeluarkan Peraturan Presiden No. 2 Tahun 1945 tanggal 10 Oktober 1945 yang terdiri dari dua pasal, yaitu:
Pasal 1 : Segala Badan-Badan Negara dan Peraturan-Peraturan yang ada sampai berdirinya Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar masih berlaku asal saja tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar tersebut.
Pasal 2  : Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1945.
Dengan adanya Peraturan Presiden tersebut tentu saja makin memperjelas dan mempertegas pemberlakuan semua peraturan perundang-undangan yang pernah ada pada masa kolonial sampai dengan adanya peraturan baru yang dapat menggantikannya. Demikian pula halnya dengan ketentuan yang mengatur tentang hukum pidana  -juga diberlakukan.
Untuk menegaskan kembali pemberlakuan hukum pidana pada masa kolonial tersebut, pada tanggal 26 Februari 1946, pemerintah kemudian mengeluarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Undang-undang inilah yang kemudian dijadikan dasar hukum perubahan Wetboek van Strafrecht voor Netherlands Indie menjadi Wetboek van Strafrecht (WvS), yang kemudian dikenal dengan nama Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 -nya yang menyatakan, “Dengan menyimpang seperlunya dari Peraturan Presiden Republik Indonesia tertanggal 10 Oktober 1945 No. 2, menetapkan bahwa peraturan-peraturan hukum pidana yang sekarang berlaku ialah peraturan-peraturan hukum pidana yang ada pada tanggal 8 maret 1942.”
Meskipun demikian, dalam Pasal XVII UU No. 2 Tahun 1946 juga terdapat ketentuan yang menyatakan bahwa “Undang-undang ini mulai berlaku buat pulau Jawa dan Madura pada hari diumumkannya dan buat daerah lain pada hari yang akan ditetapkan oleh Presiden.” Dengan demikian, pemberlakuan Wetboek van Strafrecht voor Netherlands Indie menjadi Wetboek van Strafrecht hanya terbatas pada wilayah jawa dan Madura.
Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di seluruh wilayah Republik Indonesia atau nasional baru dilakukan pada tanggal 20 September 1958, dengan diundangkannya UU No. 7 Tahun 1958 tentang Menyatakan Berlakunya Undang-Undang No. 1 Tahun 1946 Republik Indonesia tentang  Peraturan Hukum Pidana Untuk Seluruh Wilayah Republik Indonesia dan Mengubah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 1-nya yang berbunyi, “Undang-Undang No. 1 tahun 1946 Republik Indonesia tentang Peraturan Hukum Pidana dinyatakan berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia.”
Meskipun Kitab Undang-Undang Hukum Pidana telah diberlakukan secara nasional tidak berarti bahwa upaya untuk membuat sistem hukum pidana yang baru terhenti. Upaya melakukan pembaruan hukum pidana terus berjalan semenjak tahun 1958 dengan berdirinya Lembaga Pembinaan Hukum Nasional sebagai upaya untuk membentuk KUHP Nasional yang baru. Seminar Hukum Nasional I yang diadakan pada tahun 1963 telah menghasilkan berbagai resolusi yang antara lain adanya desakan untuk menyelesakan KUHP Nasional dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Upaya tersebut masih terus berjalan dan telah menghasilkan beberapa konsep rancangan undang-undang. Meskipun demikian, konsep-konsep tersebut tidak pernah sampai pada kata “final” dengan menyerahkannya pada legislatif. Setidaknya, sampai dengan tulisan ini dibuat, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kelanjutan pembahasan rancangan undang-undang hukum pidana nasional yang mengabsorbsi semangat kemerdekaan dan proklamasi.

SUMBER =  http://hukumpidana.bphn.go.id/sejarah-kuhp/

Senin, 06 Januari 2014

10 Museum Indonesia



Senang pergi ke museum untuk mengisi liburan? Atau untuk pergi berdarmawisata? Ini adalah museum-museum di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi, dan memiliki banyak kelebihan dibanding museum-museum lainnya. Tak kalah dari museum luar negeri pula
1. Museum Nasional

Ini adalah museum tertua yang ada di Indonesia, selain itu koleksi sejarahnya paling lengkap, dan terbesar di Indonesia. Disini, kita bisa melihat berbagai peninggalan bersejarah bangsa Indonesia yang amat banyak dan beragam. Museum ini pertama didirikan tahun 1778, dan memiliki sekitar 142.000 koleksi bersejarah dari zaman pra-sejarah dan sejarah Indonesia. Kita bisa melihat kapak purba, kalung pra sejarah, prasasti, dan benda-benda bersejarah lainnya. Yang paling menarik disini adalah Prasasti Yupa, Arca Bhairawa Buddha, serta koleksi emas nusantara.
2. Museum Bank Indonesia

Museum ini adalah museum yang modern, berbeda dari museum lainnya yang biasanya bernuansa kuno. Museum yang berdiri tahun 2006 ini tentu saja menjelaskan sejarah bank Indonesia. Yang hebat dari museum ini, semuanya serba modern, mulai dari animasi di bioskop mini, teknologi touch screen, dan semua informasi tertata sangat sistematis. Disini kita tak bisa melewatkan permainan tangkap uang virtual dan mengangkat emas batangan.
3. Museum Kartun Indonesia (di Bali)
museum
Selain keindahan pantainya, Bali juga mempunyai museum yang menarik ini. Isinya tentu adalah sejarah kartun di Indonesia. Di sini kita bisa melihat berbagai kartun, komik, dan karikatur karya anak bangsa. Kita juga bisa melihat koleksi kartun karya Presiden Soekarno, dan bisa meminta seorang pelukis untuk melukiskan karikatur kita.
4. Museum Geologi Bandung

Museum ini menampilkan berbagai macam fosil dari binatang-bintang purba dan sejarah geologi di Indonesia. Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1929. Disini kita bisa melihat fosil dinosaurus, Tyrannosaurus Rex, gajah Mastodon, dan binatang purba lainnya. Kita juga bisa melihat maket-maket tentang geologi di sini.
5. Museum Listrik dan Energi Baru

Di museum ini, kita bisa melihat berbagai peragaan tentang energi, seperti rumah solar dan mobil tenaga surya. Kita bisa mencoba semua peragaan tersebut, yang menarik adalah peragaan mesin Tesla, Van de Graff, dan sepeda Kinetik.
6. Museum Transportasi

Museum ini menampilkan berbagai jenis transportasi di Indonesia, dari zaman pedati, lokomotif uap, dan bus DAMRI. Selain itu, ada juga transportasi laut dan udara kuno yang ditampilkan di sini.
7. Museum Layang-layang

Museum ini menampilkan berbagai jenis layang-layang, yang terbuat dalam berbagai jenis. Disini kita bisa menemukan layangan besar bernama Ikan Singa, Layangan yang mengeluarkan bunyi, serta workshop membuat layangan.
8. Museum Anak Kolong Tangga (Yogyakarta)

Museum ini menampilkan berbagai permainan anak-anak tradisional dari Indonesia dan dunia. Enaknya, kita bisa memainkan beberapa dari mainan tradisonal itu. Kita juga bisa melihat mainan anak dari zaman kerajaan.
9. Museum Polri

Museum ini tentunya menjelaskan berbagai sejarah, kegiatan, dan peralatan yang dipakai oleh POLRI. Di museum ini, ada juga kids corner untuk bermain detektif dan alat pendeteksi kebohongan.
10. Museum Kereta Api Ambarawa

Museum ini dulunya adalah sebuah stasiun kereta api Belanda yang bernama Stasiun KA Ambarawa. Setelah kemerdekaan, stasiun ini diubah menjadi museum yang mnyimpan berbagai benda dari stasiun itu. Museum ini menyimpan 21 koleksi Kereta uap, kita bahkan bisa menaiki 2 dari kereta uap itu dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Bedono. 2 kereta tersebut, B2502 dan B2503, adalah 2 dari 3 kereta api bergerigi di dunia yang masih beroperasi

sumber = http://yourselftitled.wordpress.com/2010/05/22/10-museum-indonesia-yang-wajib-dikunjungi/#comment-401