Tampilkan postingan dengan label BATIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BATIK. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

MENGENAL BATIK INDONESIA

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik"

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009

Sejarah Batik indonesia
Sejak dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. dan sampai sekarang pun batik di indonesia berkembang pesat. sampai para blogger cinta dan menyukai batik karya indonesia.

Macam macam bentuk dan model batik
nah dibawah ini adalah contoh dari motif gambar batik indonesia.

Blogger Indonesia Cinta Batik
Indonesia Cinta Batik
Batik Indonesia
Blogger Indonesia Cinta Batik Indonesia

Cara pembuatan Batik
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

proses pembuatan batik indonesia
Proses pembuatan batik di indonesia

Jenis batik
Menurut teknik :
  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.

macam-macam batik DI INDONESIA

Batik adalah salah satu unsur budaya dasar bangsa Indonesia. Sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia sudah membuat batik. Hal ini terbukti dengan ditemukannya hiasan dengan motif batik pada keramik. Indonesia kaya akan macam-macam batik dengan teknik, ragam hias yang sangat beragam.
Macam-Macam Ragam Hias Batik
Jika dilihat dari ornamennya, batik di daerah-daerah Indonesia banyak yang bersumber dari ragam hias zaman prasejarah seperti motif geometris dan perlambangan. macam-macam batik dapat dilihat dari motif yang dipakai. Seperti halnya kebudayaan, ragam hias pada batikpun mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh lingkungannya.

Ragam hias batik dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu batik yang menggunakan motif-motif berikut.
  1. Motif Geometris dengan pola hias tumpal, meander dan pola pilin.
  2. Motif tumbuhan, contohnya mengambil bentuk dari tumbuhan menjalar, tumbuhan air, bunga.
  3. Motif hewan, contohnya singa barong, kupu-kupu, dan sebagainya.
  4. Motif benda alam, seperti kapas, padi, dan sebagainya.
Sehubungan dengan itu ragam macam-macam batik dikelompokkan menjadi dua kelompok.
Pertama, batik Keraton adalah batik yang tumbuh di lingkungan istana khususnya berkembang di daerah Jawa Tengah. Motif yang dihasilkan berdasarkan pada filsafat kebudayaan Jawa yang mengacu pada nilai spiritual. Kedua, batik pesisir adalah batik yang dihasilkan di lingkungan luar keraton yang mengalami pertumbuhan yang berbeda dengan batik keraton.
Teknik Pembuatan Batik
Batik merupakan teknik rekalatar, pengerjaannya dengan menggunakan perintang warna sejenis lilin yang dikenal dengan nama malam. Adan 3 teknik pembuatan batik, yaitu batik tulis, batik cap, dan batik printing.
1.  Batik Tulis
Batik ini dibuat dengan cara melukiskan pola pada kain dengan menggunakan tangan. Pembuatan batik tulis diperlukan alat-alat sebagai berikut.
  • Canting adalah alat pokok dalam membuat batik. Canting terbuat dari tembaga gunanya untuk melukis dengan menggunakan cairan malam (lilin batik).
  • Gawangan adalah kayu yang dipakai untuk membentangkan kain yang akan dibatik.
  • Wajan/Grengseng adalah kuali yang terbuat dari tanah liat untuk mencairkan malam.
  • Anglo adalah perapian yang terbuat dari tanah liat, api dinyalakan dengan menggunakan arang kayu.
  • Tepas/Tipas digunakan untuk membesarkan api.
  • Jegol adalah kuas yang terbuat dari kumpulan benang digunakan untuk menutupi bidang blok yang besar.
  • Kuas digunakan untuk membatik dengan gaya abstrak.
2.  Batik Cap
Batik cap adalah motif pada kain yang dihasilkan dari proses pencelupan dengan alat terbuat dari lempengan tembaga dengan ukuran 20 cm x 20 cm atau 24 cm x 2 cm sesuai dengan motifnya. Dalam proses mencetak yang perlu diperhatikan adalah sambungan pada sisinya (sanggit) sehingga motif tidak terlihat terkotak-kotak, namun menjadi satu kesatuan. Cara menempelkan cap pada kain adalah dengan menggunakan setrika.
3.  Batik Printing
Batik Printing adalah pembuatan batik yang proses pembuatannya hampir sama dengan pembuatan tekstil lainnya yang menjadi pembeda adalah motifnya batik. Batik dengan printing agar terjaga keawetannya jika dicuci tidak boleh dengan menggunakan sabun. Sebagai gantinya adalah buah lerak atau daun dilem. Pada waktu menjemurnya, jangan langsung terkena sinar matahari.

Senin, 19 Maret 2012

MACAM MACAM BATIK DI INDONESIA


 INI CONTOH KECIL SAJA  BATIK DI INDONESIA
Di bawah ini merupakan macam-macam batik yang terdapat di Indonesia :


1. Batik Kraton



Jenis Batik yang Berkembang di Indonesia

Batik Kraton awal mula dari semua jenis batik yang berkembang di Indonesia. Motifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang “biasa” seperti motif Parang Barong, Parang Rusak termasuk Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.



2. Batik Sudagaran



Motif larangan dari kalangan keraton merangsang seniman dari kaum saudagar untuk menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat saudagar. Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan “berani” dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua. Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah.



3. Batik Petani



Batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Biasanya batik ini kasar dan kagok serta tidak halus. Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing dan batik ini dikerjakan secara tidak profesional karena hanya sebagai sambilan. Untuk pewarnaan pun diikutkan ke saudagar.



4. Batik Belanda



Warga keturunan Belanda banyak yang tertarik dengan batik Indonesia. Mereka membuat motif sendiri yang disukai bangsa Eropa. Motifnya berupa bunga-bunga Eropa, seperti tulip dan motif tokoh-tokoh cerita dongeng terkenal di sana.



5. Batik Jawa Hokokai



Pada masa penjajahan Jepang di pesisir Utara Jawa lahir ragam batik tulis yang disebut batik Hokokai. Motif dominan adalah bunga seperti bunga sakura dan krisan. Hampir semua batik Jawa Hokokai memakai latar belakang (isen-isen) yang sangat detail seperti motif parang dan kawung di bagian tengah dan tepiannya masih diisi lagi, misalnya motif bunga padi.